Langsung ke konten utama

MERASA “SIAP” UNTUK MENIKAH, YAKIN ?

Apa yang ada di otak teman-teman jika saya mengatakan pernikahan/perkawinan ? dan apa sih hubungan antara umur, dewasa dan pernikahan ?. jujur aku bukan orang yang pandai untuk mengulas hal semacam itu, karena untuk hari ini pernikahan/perkawinan itu masih planning yang belum saatnya untuk aku pikirkan. Tapi orang disekeliling aku selalu berbicara hal itu dan tanpa aku sadari sedikit demi sedikit pikirinku sudah mulai menuju kesana. Oh Tuhan ... !!  No.. Noo aku belum siap lahir batin umurku masih belum 21 , tapi it’s Ok aku akan sedikit berbagi tentang pernikahan versi aku (aku berbagi seperti ini bukan berarti aku sudah pengen nikah lho... )
Ketika teman-teman sudah merasa siap dan memutuskan untuk menikah, ya silahkan... !! Tapi teman-teman harus menanggung konsekuensi, karena setiap keputusan ada konsekuensi yang harus dipertanggung jawabkan. Teman-teman gak usah khawatir ataupun takut untuk menikah karena menikah merupakan kebutuhan psikologis yang harus dipenuhi oleh setiap manusia.
Modal terpenting dalam pernikahan/perkawinan itu hanya satu yaitu “SIAP”  Kenapa sih aku berbicara seperti itu ? ya karena dari kesiapan itu kita sudah memikirkan secara matang apa yang akan kita lakukan, apa yang akan terjadi dan apa yang harus kita perbuat ketika bencana menghampiri kita. Apa saja yang perlu kita persiapkan sebelum kita menikah ?
1.      Biologi dan psikologis
faktor biologi perlu kita perhatikan dalam keputusan pra nikah, karena faktor ini berhubungan erat dengan kesehatan kita. Orang yang menikah di usia dini akan rentan mengalami kanker serviks yang bisa menjadi merengut nyawa kita   (baca:http://serbamakalah.blogspot.com/2013/02/ketahui-resiko-pernikahan-dini.html), dan kesiapan psikologis juga dibutuhkan dalam membangun rumah tangga. Seperti kesiapan dalam mendidik anak, kesiapan sepasang suami-istri dalam menghadapi cobaan/ bencana.  Kedua kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan urgent untuk kita penuhi dan perhatikan, karena apabila kebutuhan ini terabaikan akan berakibat fatal untuk kehidupan pernikahan/keluarga entah itu di masa sekarang atau masa mendatang.
2.      Ekonomi
Ekonomi merupakan elemen pokok yang perlu kita pikirkan secara matang, karena tak jarang kasus perceraian, keluarga terlantar dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) disebabkan faktor tersebut, seperti tingkat perekonomian yang tidak stabil atau pendapatan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, pengangguran dll.
3.      Pendidikan
Pendidikan juga dibutuhkan entah itu pendidikan pra nikah atau pendidikan dalam keluarga, karena pendidikan merupakan salah satu faktor atau pendorong dalam membangun keluarga yang harmonis dan mencetak anak yang berprestasi (baca:http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/14/02/03/n0dt30-penting-memahami-pendidikan-pranikah). Tidak hanya itu pendidikan juga bisa kita jadikan sebagai bekal untuk meminimalisir terjadinya KDRT yang rentan terjadi. Dengan pendidikan kita akan mampu mengubah kontruksi sosial “masculinity” (lelaki memiliki drajat/kekuasan/kekuatan di atas wanita) yang menjadi salah satu faktor pemicu KDRT (baca:http://www.vemale.com/relationship/intim/37950-faktor-faktor-mendasar-penyebab-kdrt.html), namun perlu kita garis bawahi mengubah bukan berarti harus melawan laki-laki teman, tetapi kita memiliki kedudukan yang sama karena di dalam keluarga tidak ada raja dan budak tetapi ada raja dan ratu yang memiliki kewajiban yang sama  yaitu menjaga dan saling melengkapi satu sama lain.  

4.      Umur
Tema-teman mungkin jarang memikirkan hal tersebut. Karena orang Indonesia masih banyak yang menikah di usia dini entah itu faktor orang tua, budaya atau untuk menghidari maksiat dan fitnah (katanya) bahkan pernikahan terjadi karena kecolongan (hamil di luar nikah), sedangkan menurut BKKBN umur ideal untuk menikah wanita 21+ (ke atas)  tahun ke atas dan untuk laki-laki 25+ (ke atas) tahun. Umur memang bukan penentu kita dalam pendewasaan tetapi umur merupakan salah satu pendorong kita untuk mengubah pola pikir, life style, dan tingkah laku kita. Umur juga merupakan hal penting untuk kita perhatikan. Mengapa demikian ? karena umur juga merupakan salah satu faktor terjadinya perceraian (baca:http://lifestyle.okezone.com/read/2013/12/23/482/916186/perceraian-tinggi-di-?indonesia-apa-sebabnya.)
            Jadi teman-teman.. ketika kita sudah memutuskan untuk memulai hidup baru (kawin/nikah) kita perlu memikirkan dampak, kebututuhan termasuk dampak dan kebutuhan di atas, karena jika sudah mempersiapkan semuanya kita akan mampu membangun keluarga yang harmonis.

            Teman-teman gak usah gundah gulana/GALAU apalagi di masalah umur. Umur 21+ tahun bagi wanita itu bukan umur perawan tua, dan umur 25+ tahun juga bukan umur perjaka tua, tetapi hal tersebut merupakan umur ideal menurut BKKBN dan aku, karena BKKBN itu memberikan kesempatan bagi kaum muda-mudi untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi sehingga kita mampu meminimalisir tingkat KDRT. BKKBN juga memikirkan masa depan muda-mudi penerus bangsa baik itu kesehatan, ekonomi dll seperti yang sudah aku ulas di atas. Tidak hanya itu, hal positif dan keuntungan yang kita dapatkan jika kita lihat melalui pendekatan psikologi perkembangan. Umur 21+ (wanita) dan umur 25+ (laki-laki)  adalah umur yang sudah melewati masa adolesensi (pasca-remaja). Menurut ahli ilmu jiwa masa tersebut terjadi pada umur 17-19 atau 17-21 tahun, dan masa ini merupakan masa konflik bagi muda-mudi entah itu konflik antar psikis yang kontradiktif, percintaan, orang tua, kalau kata anak jaman sekarang MASA GALAU/GLOOMY EVENT. Sehingga ketika kita sudah ingin memulai kehidupan baru aktivitas kita tidak hanya galau-galauan (gak punya uang galau, pasangan pulang telat galau, tiada hari tanpa galau) tetapi kita melakukan aktivitas yang positif yang mampu membangun dan menciptakan keharmonisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Lesson Of The Day) PENTINGNYA MEMBANGUN KOMUNIKASI

Kemaren adalah hari ketujuh aku menjalankan salah satu rukun Islam yaitu berpuasa. Bulan puasa sering kita jadikan sebagai momentum silaturahhim antar kerabat (keluarga, teman, kelompok, organisasi dll) melalui buka bersama (bukber). Pada minggu ketujuh aku menghadiri bukber alumni pesantren yang pernah kujadikan tempat menuntut ilmu. Acara tersebut tidak hanya bukber tetapi juga memperingati Haul salah satu pengasuh pesantren. H-2 aku menghubungi salah satu teman sekelas dulu ketika SMA yang kebetulan kita satu kampus. aku menanyakan apakah dia akan hadir atau tidak di acara bukber dan haul, tidak hanya itu aku juga meminta saran padanya terkait kehadiranku, dan tentu dia memberi saran untuk aku hadir dan ikut acaranya. Alasan tak ada teman kulontarkan padanya, memang betul aku bukan orang yang aktif di ikatan alumni, hanya ada beberapa orang yang kukenal dan mungkin bisa dihitung jari   dan tepatnya tak lebih dari lima orang. Untuk saat ini tak ada anggota perempuan yang k...

pemikiran

Jangan pernah kamu takut meskipun terkadang apa yang kamu pikirkan tidak sama dengan apa yang telah disepakati oleh masyarakat karena tuhan memberikan kita sebuah kebasan, NAMUN kamu juga harus ingat ketika kamu mengalami harus inget ketika kamu mengambil keputusan yang menurut kamu itu benar kamu harus menanggung konsekuensi terhadap apa yang kamu putuskan, disini saya tidak bilang ya . . . apa yang kamu putuskan itu salah malah terkadang itu berdampak positif terhadap kita meskipun terkadang kita tak jauh dari yang namanya cacian . . . sebuah rintangan itu biasa karena dengan rintangan itu kita akan memiliki sebuah KESEMANGATAN buat HIDUP menjadi lebih baik . . . SO JANGAN TAKUT UNTUK MELANGKAH SELAGI KAMU PERCAYA APA YANG KAMU LAKUKAN TIDAK MEMBUAT TUHAN MARAH . . pemilik bumi ini bukanlah aturan yang telah kita sepakati tapi pemilik bumi ini adalah TUHAN . . TUHAN yang Tunggal . . .REMEMBER OUR GOS (ALLAH) ALWAYS SAVE US N HELP US

My Story about true Colonial (Hedonis style)

Tas branded, pakaian branded dan semua yang menempel di kita branded. Siapa sih yang tidak mau dan tergiur ?  pasti kita semua akan berteriak “ Yess i wanna it”, it’s impossible if we say “ No .. “  kenapa ? karena sekarang semua itu seakan menjadi kebutuhan primer padahal kita takkan mati karenanya. Jika teman-teman termasuk penggemar gosip infotaiment, temen-temen akan tahu gosip yang sangat popoler dan seru untuk dibahas yaitu kehidupan artis tanah air yang tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup hedonis mulai  dari pamer properti mewah, perhiasan mewah, sampai batu akik. Hal yang terbesit di otakku saat ini. Apakah aku perlu pamer juga ? but   apa yang perlu aku pamerin ? harta, yuupps aku jadi bingung sendiri. Seingetku harta yang ku punya  hanyalah lembaran struk belanjaku ( OMG,  sorry just joke ).             Life style /gaya hidup, yah .. semua individu memiliki gaya hidup sendiri ada yang gay...