Langsung ke konten utama

(Lesson Of The Day) PENTINGNYA MEMBANGUN KOMUNIKASI



Kemaren adalah hari ketujuh aku menjalankan salah satu rukun Islam yaitu berpuasa. Bulan puasa sering kita jadikan sebagai momentum silaturahhim antar kerabat (keluarga, teman, kelompok, organisasi dll) melalui buka bersama (bukber). Pada minggu ketujuh aku menghadiri bukber alumni pesantren yang pernah kujadikan tempat menuntut ilmu. Acara tersebut tidak hanya bukber tetapi juga memperingati Haul salah satu pengasuh pesantren. H-2 aku menghubungi salah satu teman sekelas dulu ketika SMA yang kebetulan kita satu kampus. aku menanyakan apakah dia akan hadir atau tidak di acara bukber dan haul, tidak hanya itu aku juga meminta saran padanya terkait kehadiranku, dan tentu dia memberi saran untuk aku hadir dan ikut acaranya. Alasan tak ada teman kulontarkan padanya, memang betul aku bukan orang yang aktif di ikatan alumni, hanya ada beberapa orang yang kukenal dan mungkin bisa dihitung jari  dan tepatnya tak lebih dari lima orang. Untuk saat ini tak ada anggota perempuan yang kukenal di ikatan alumni, dulu sih ada tapi dia sudah wisuda dan pulang kampung. Memang betul dalam pertemanan kita tidak boleh melihat jenis kelamin namun apa boleh buat hal tersebut sering menjadi alasan terbesarku untuk tidak aktif di perkumpulan, komunitas dan organisasi. Mungkin karena aku yang terlalu kaku dan menutup diri dan itu adalah kekurangan yang amat kusayangkan dariku. Kembali lagi ke cerita awal, ketika kulontarkan alasan tersebut temanku langsung mengirim kontak yang dapat kuhubungi dan tentu bisa kujadikan teman baru. Tak hanya mengirim kontak tetapi temenku juga memberi saran padaku untuk tidak menjadi orang yang inklusif. Oke aku terima sarannya dan aku hubungi kontak yang sudah dikasih, aku ketemuan dengan teman baru dan ada satu hal yang menurutku lucu. Pertama kali aku kenalan aku memanggil dia “kakak” meskipun aku tahu dia lebih muda, dan pertama kali kita berbincang dia nanya “adek semester berapa ? adek angkatan berapa dll” beberapa saat kamudian aku jujur tentang semesterku dia kaget dan langsung mengatakan “ya ampun maaf ya mbak, mbak sih manggilnya kakak aku kira adek tingkat” aku hanya tersenyum melihat responnya.
Lanjut cerita ke hari H (d-day). Aku datang telat tetapi meskipun aku telat teman baruku datang lebih telat dariku untungnya dia menghubungi teman perempuannya yang sudah datang lebih awal, oh my lord  thank you so much aku udah senang karena gak bakal jadi kacang mentah. Aku masuk, aku kenalan dengan teman-teman yang lebih dulu datang dan yang bikin aku kaget adalah hampir dari mereka menganggap aku anak baru, dan itu bukan hal yang aku senangi. Menurutku itu adalah tamparan yang amat menyakitkan, why ?  karena ini membuktikan bahwa aku terlalu menutup diri, tak pandai berteman, mungkin terlalu pemilih dalam berteman, egois, individualis, dan mungkin aku dulu terlalu bernegatif thinking, mungkin dulu aku menganggap mereka takkan mau berteman denganku begitupun aku dan aku aku tidak akan butuh mereka. Dan saat itu adalah penyesalan terbesarku, kenapa aku harus seperti itu, kenapa aku dulu terlalu naïf, semua prasangka burukku salah total mereka welcome, humble. Kekecewaanku terhadap diriku semakin besar dan semoga ini tidak hanya menjadi kekecewaan tetapi menjadi pelajaran dan dapat diubah menjadi lebih baik. Diperjalanan pulang aku merenung tentang sikapku yang dulu. Pada saat itu pula aku sadar bahwa tak ada agama yang mengajarkan  tentang manusia hidup seorang diri, tak ada agama yang mengajari manusia harus hidup egois, karena semua agama mengajarkan kita untuk hidup bersama dengan tentram.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pemikiran

Jangan pernah kamu takut meskipun terkadang apa yang kamu pikirkan tidak sama dengan apa yang telah disepakati oleh masyarakat karena tuhan memberikan kita sebuah kebasan, NAMUN kamu juga harus ingat ketika kamu mengalami harus inget ketika kamu mengambil keputusan yang menurut kamu itu benar kamu harus menanggung konsekuensi terhadap apa yang kamu putuskan, disini saya tidak bilang ya . . . apa yang kamu putuskan itu salah malah terkadang itu berdampak positif terhadap kita meskipun terkadang kita tak jauh dari yang namanya cacian . . . sebuah rintangan itu biasa karena dengan rintangan itu kita akan memiliki sebuah KESEMANGATAN buat HIDUP menjadi lebih baik . . . SO JANGAN TAKUT UNTUK MELANGKAH SELAGI KAMU PERCAYA APA YANG KAMU LAKUKAN TIDAK MEMBUAT TUHAN MARAH . . pemilik bumi ini bukanlah aturan yang telah kita sepakati tapi pemilik bumi ini adalah TUHAN . . TUHAN yang Tunggal . . .REMEMBER OUR GOS (ALLAH) ALWAYS SAVE US N HELP US

My Story about true Colonial (Hedonis style)

Tas branded, pakaian branded dan semua yang menempel di kita branded. Siapa sih yang tidak mau dan tergiur ?  pasti kita semua akan berteriak “ Yess i wanna it”, it’s impossible if we say “ No .. “  kenapa ? karena sekarang semua itu seakan menjadi kebutuhan primer padahal kita takkan mati karenanya. Jika teman-teman termasuk penggemar gosip infotaiment, temen-temen akan tahu gosip yang sangat popoler dan seru untuk dibahas yaitu kehidupan artis tanah air yang tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup hedonis mulai  dari pamer properti mewah, perhiasan mewah, sampai batu akik. Hal yang terbesit di otakku saat ini. Apakah aku perlu pamer juga ? but   apa yang perlu aku pamerin ? harta, yuupps aku jadi bingung sendiri. Seingetku harta yang ku punya  hanyalah lembaran struk belanjaku ( OMG,  sorry just joke ).             Life style /gaya hidup, yah .. semua individu memiliki gaya hidup sendiri ada yang gay...