Langsung ke konten utama

My Story about true Colonial (Hedonis style)

Tas branded, pakaian branded dan semua yang menempel di kita branded. Siapa sih yang tidak mau dan tergiur ?  pasti kita semua akan berteriak “ Yess i wanna it”, it’s impossible if we say “ No .. “  kenapa ? karena sekarang semua itu seakan menjadi kebutuhan primer padahal kita takkan mati karenanya. Jika teman-teman termasuk penggemar gosip infotaiment, temen-temen akan tahu gosip yang sangat popoler dan seru untuk dibahas yaitu kehidupan artis tanah air yang tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup hedonis mulai  dari pamer properti mewah, perhiasan mewah, sampai batu akik. Hal yang terbesit di otakku saat ini. Apakah aku perlu pamer juga ? but  apa yang perlu aku pamerin ? harta, yuupps aku jadi bingung sendiri. Seingetku harta yang ku punya  hanyalah lembaran struk belanjaku (OMG,  sorry just joke).
            Life style/gaya hidup, yah .. semua individu memiliki gaya hidup sendiri ada yang gaya hidup sederhana, hedon dll (mungkin temen-temen lebih tahu daripada aku). Membahas masalah gaya hidup itu tak ada habisnya bahkan membuat kita bingung, mulai dari A sampai Z, mulai dari positif negatif. untuk menghindari kebingungan yang tiada ujungnya, gimana kalau seandainya kita kerucutkan pembahasan kita ? yah .. kita bahas masalah gaya hidup yang hedonis di negara kita. Sebelumnya kita cari tahu dulu defini hedonis. APA SIH HEDONISME ITU ? menurut salah  Kamus Ilmiah Populer, hedonisme adalah doktrin yang mengatakan bahwa kebaikan yang pokok dalam kehidupan adalah kenikmatan. Kalau dipikir-pikir siapa sih yang tidak mau hidup nikmat , hellow, semua orang menginginkan itu, tapi kita juga harus ingat “kenikmatan itu hanya sesaat” kata banyak orang.
            Gaya hidup hedonis terkadang memaksa kita untuk menjalani kenikmatan hidup yang tidak sesuai dengan taraf dan tarif kemampuan kita. Contoh tak sedikit mahasiswa yang memiliki gaya hidup hedonis. Salah satu penyebabnya adalah adanya kelas sosial, pengaruh westernisasi dan tak jarang dari mereka yang memaksakan diri untuk masuk ke dunia tersebut meskipun taraf dan tarif yang mereka miliki jauh di bawah standart. Sehingga hal tersebut akan berakibat negatif terhadap hidup mereka, mulai dari melakukan penyimpangan sosial seperti mencuri atau bahasa kerennya korupsi hanya untuk memenuhi kepuasan atas kenikmatan yang telah mereka agungkan. Gaya hidup seperti itu tidak hanya melanda kalangan mahasiswa ataupun artis tetapi hampir seluruh kalangan.

            Gaya hidup hedonis merupakan pengaruh westernisasi dan faktor pendorong terhadap prilaku konsumtif, dan negara kita salah satunya. Padahal kita tahu sendiri bahwa ketika kita ingin dikenang dan dikenal orang, kita harus menciptakan atau memproduksi bukan mengkonsumsi iya kan ? tapi apa nyatanya ? kebiasaan kita adalah mengkonsumsi bukan memproduksi. Wajar saja produk-produk asing membanjiri kawasan kita, Karena mereka tahu gaya hidup kita, keinginan kita, bahkan hal yang dipuja-puja oleh kita, dan apa yang terjadi ? kita membantu mengkayakan negara asing, kita membantu memakmurkan negara yang sudah makmur. Oh no. Teman-teman sadar gak ? saat ini gaya hidup hedonis itu telah menina bobokkan kita, gaya hidup hedonis itu telah menggiring kita ke prilaku konsumtif, gaya hidup hedonis itu telah berhasil mengubah mindset dan melunturkan rasa nasionalisme kita. Kenapa aku berani berkata seperti itu ? ya... karena sekarang tak sedikit dari kita yang lebih mencintai produk asing daripada produk negari kita. Teman-teman jika kita mempertahankan budaya atau kebiasaan tersebut lambat laun negara kita akan dijadikan korban oleh hedonis. Padahal kita tahu tanggal 17 Agustus kita selalu malantunkan lagu Indonesia Raya sebagai simbol kemerdekaan negara kita, sebagai simbol kebebasan kita dari penjajahan. Jangan sampai kita dijajah kembali oleh mereka lewat produk mereka, lewat gaya hidup yang mereka tularkan kepada kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Lesson Of The Day) PENTINGNYA MEMBANGUN KOMUNIKASI

Kemaren adalah hari ketujuh aku menjalankan salah satu rukun Islam yaitu berpuasa. Bulan puasa sering kita jadikan sebagai momentum silaturahhim antar kerabat (keluarga, teman, kelompok, organisasi dll) melalui buka bersama (bukber). Pada minggu ketujuh aku menghadiri bukber alumni pesantren yang pernah kujadikan tempat menuntut ilmu. Acara tersebut tidak hanya bukber tetapi juga memperingati Haul salah satu pengasuh pesantren. H-2 aku menghubungi salah satu teman sekelas dulu ketika SMA yang kebetulan kita satu kampus. aku menanyakan apakah dia akan hadir atau tidak di acara bukber dan haul, tidak hanya itu aku juga meminta saran padanya terkait kehadiranku, dan tentu dia memberi saran untuk aku hadir dan ikut acaranya. Alasan tak ada teman kulontarkan padanya, memang betul aku bukan orang yang aktif di ikatan alumni, hanya ada beberapa orang yang kukenal dan mungkin bisa dihitung jari   dan tepatnya tak lebih dari lima orang. Untuk saat ini tak ada anggota perempuan yang k...

pemikiran

Jangan pernah kamu takut meskipun terkadang apa yang kamu pikirkan tidak sama dengan apa yang telah disepakati oleh masyarakat karena tuhan memberikan kita sebuah kebasan, NAMUN kamu juga harus ingat ketika kamu mengalami harus inget ketika kamu mengambil keputusan yang menurut kamu itu benar kamu harus menanggung konsekuensi terhadap apa yang kamu putuskan, disini saya tidak bilang ya . . . apa yang kamu putuskan itu salah malah terkadang itu berdampak positif terhadap kita meskipun terkadang kita tak jauh dari yang namanya cacian . . . sebuah rintangan itu biasa karena dengan rintangan itu kita akan memiliki sebuah KESEMANGATAN buat HIDUP menjadi lebih baik . . . SO JANGAN TAKUT UNTUK MELANGKAH SELAGI KAMU PERCAYA APA YANG KAMU LAKUKAN TIDAK MEMBUAT TUHAN MARAH . . pemilik bumi ini bukanlah aturan yang telah kita sepakati tapi pemilik bumi ini adalah TUHAN . . TUHAN yang Tunggal . . .REMEMBER OUR GOS (ALLAH) ALWAYS SAVE US N HELP US