Langsung ke konten utama

Postingan

Merawat Kulit itu Penting (my story experience)

Dulu aku adalah tipekal cewek yang sangat acuh tak acuh terhadap penampilan. Buatku penampilan adalah sesuatu yang tidak penting bahkan aku sempat berfikir bahwa orang yang merawat tubuhnya adalah mereka yang hanya membuang-buang waktu. Tak sedikit orang sekeliling yang mengatakan penampilanku terlihat seperti ibu-ibu paruh baya yang habis pulang dari sawah, dan aku tidak menghiraukannya. Ada kenangan SMA yang sampai saat ini aku ingat. Dulu ketika aku SMA seragam sekolah sobek di area lengan tangan kananku namun aku percaya diri aja, karna aku menganggap hal itu wajar dan tak perlu aku pedulikan. Tak hanya itu pada saat SMA pula wajahku sudah buanyak sekali yang namanya jerawat batu dan jelas bruntusan sekali. Dari SMA aku memiliki hobby mencoba skincare yang beredar di pasaran tanpa peduli formula dari produk tersebut karena menurtku mencoba produk skincare baru adalah kepuasan yang tak bisa aku ungkapkan yah meskipun hasilnya membuat mukaku menjadi hanoman (hahaha). Setel...
Postingan terbaru

(Lesson Of The Day) PENTINGNYA MEMBANGUN KOMUNIKASI

Kemaren adalah hari ketujuh aku menjalankan salah satu rukun Islam yaitu berpuasa. Bulan puasa sering kita jadikan sebagai momentum silaturahhim antar kerabat (keluarga, teman, kelompok, organisasi dll) melalui buka bersama (bukber). Pada minggu ketujuh aku menghadiri bukber alumni pesantren yang pernah kujadikan tempat menuntut ilmu. Acara tersebut tidak hanya bukber tetapi juga memperingati Haul salah satu pengasuh pesantren. H-2 aku menghubungi salah satu teman sekelas dulu ketika SMA yang kebetulan kita satu kampus. aku menanyakan apakah dia akan hadir atau tidak di acara bukber dan haul, tidak hanya itu aku juga meminta saran padanya terkait kehadiranku, dan tentu dia memberi saran untuk aku hadir dan ikut acaranya. Alasan tak ada teman kulontarkan padanya, memang betul aku bukan orang yang aktif di ikatan alumni, hanya ada beberapa orang yang kukenal dan mungkin bisa dihitung jari   dan tepatnya tak lebih dari lima orang. Untuk saat ini tak ada anggota perempuan yang k...

SEDERHANA NAMUN MENGESANKAN

Membangun hubungan bukanlah hal sulit untuk dijalankan, apalagi membangun hubungan berlandaskan kepercayaan dan kepudulian adalah hal sulit untuk dijalankan.             Inilah langkah awal kita dimana kita saling kenal namun jarang berbincang dan yang bisa dilakukan hanyalah tegur sapa “halo..” “hei...” hanya kata itulah yang selalu kita lontarkan, ini bukanlah sebuah solusi untuk membangun hubungan yang berlandaskan kepercayaan dan kepedulian yang kami inginkan, kami diikat dalam hubungan struktural organisasi, akan tetapi kami tak ingin hubungan kami menjadi kaku, kami ingin menjadi saudara yang saling berbagi mengerti dan saling mengingatkan. Langkah awal yang kami lakukan untuk mencairkan kekakuan itu kami men - agendakan jalan-jalan bareng “malam keakraban (MAKRAB). Kami berkumpul , kami menyepakati dan mencari lokasi yang disepakati yaitu PANTAI. Lelah dan s...

MERASA “SIAP” UNTUK MENIKAH, YAKIN ?

Apa yang ada di otak teman-teman jika saya mengatakan pernikahan/perkawinan ? dan apa sih hubungan antara umur, dewasa dan pernikahan ?. jujur aku bukan orang yang pandai untuk mengulas hal semacam itu, karena untuk hari ini pernikahan/perkawinan itu masih planning yang belum saatnya untuk aku pikirkan. Tapi orang disekeliling aku selalu berbicara hal itu dan tanpa aku sadari sedikit demi sedikit pikirinku sudah mulai menuju kesana. Oh Tuhan ... !!  No.. Noo aku belum siap lahir batin umurku masih belum 21 , tapi it’s Ok aku akan sedikit berbagi tentang pernikahan versi aku (aku berbagi seperti ini bukan berarti aku sudah pengen nikah lho... ) Ketika teman-teman sudah merasa siap dan memutuskan untuk menikah, ya silahkan... !! Tapi teman-teman harus menanggung konsekuensi, karena setiap keputusan ada konsekuensi yang harus dipertanggung jawabkan. Teman-teman gak usah khawatir ataupun takut untuk menikah karena menikah merupakan kebutuhan psikologis yang harus dipenuhi oleh seti...

LGBT dan Indonesia

Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan fenomena yang sedang hangat diperbincangkan dikalangan masyarakat, dengan berbagai macam argument yang terlontarkan oleh mereka. Ada beberapa masyarakat yang pro terhadap LGBT dan ada yang kontra, mereka yang kontra beranggapan bahwa LGBT merupakan suatu kegiatan yang sangat tercela sampai mereka mengambil keputusan dengan mengucilkan keberadaan orang-orang atau kaum LGBT. Manusia itu unik menurut salah satu filsuf dan  pemateri seminar tentang LGBT (Seminar LGBT: Laknat atau Rahmat? 1 Maret 2016 di Teatrikal Dakwah) dan menurut beliau lingkungan juga dapat mempengaruhi pola prilaku dan gaya hidup ( life style ) seseorang (hal ini juga memiliki pengaruh kepada seseorang untuk menjadi dan melakukan LGBT) adapula yang mengungkapkan bahwa LGBT merupakan penyakit yang harus disembuhkan, namun salah satu kaum LGBT menolaknya (kutip Indonesia lawyers club (ILC), TVONE, LGBT Marak: Apa Sikap Kita ? 16 Februari 2016) lingkungan a...

My Story about true Colonial (Hedonis style)

Tas branded, pakaian branded dan semua yang menempel di kita branded. Siapa sih yang tidak mau dan tergiur ?  pasti kita semua akan berteriak “ Yess i wanna it”, it’s impossible if we say “ No .. “  kenapa ? karena sekarang semua itu seakan menjadi kebutuhan primer padahal kita takkan mati karenanya. Jika teman-teman termasuk penggemar gosip infotaiment, temen-temen akan tahu gosip yang sangat popoler dan seru untuk dibahas yaitu kehidupan artis tanah air yang tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup hedonis mulai  dari pamer properti mewah, perhiasan mewah, sampai batu akik. Hal yang terbesit di otakku saat ini. Apakah aku perlu pamer juga ? but   apa yang perlu aku pamerin ? harta, yuupps aku jadi bingung sendiri. Seingetku harta yang ku punya  hanyalah lembaran struk belanjaku ( OMG,  sorry just joke ).             Life style /gaya hidup, yah .. semua individu memiliki gaya hidup sendiri ada yang gay...