Langsung ke konten utama

SEDERHANA NAMUN MENGESANKAN




Membangun hubungan bukanlah hal sulit untuk dijalankan, apalagi membangun hubungan berlandaskan kepercayaan dan kepudulian adalah hal sulit untuk dijalankan.
            Inilah langkah awal kita dimana kita saling kenal namun jarang berbincang dan yang bisa dilakukan hanyalah tegur sapa “halo..” “hei...” hanya kata itulah yang selalu kita lontarkan, ini bukanlah sebuah solusi untuk membangun hubungan yang berlandaskan kepercayaan dan kepedulian yang kami inginkan, kami diikat dalam hubungan struktural organisasi, akan tetapi kami tak ingin hubungan kami menjadi kaku, kami ingin menjadi saudara yang saling berbagi mengerti dan saling mengingatkan. Langkah awal yang kami lakukan untuk mencairkan kekakuan itu kami men-agendakan jalan-jalan bareng “malam keakraban (MAKRAB). Kami berkumpul, kami menyepakati dan mencari lokasi yang disepakati yaitu PANTAI. Lelah dan senang kami rasakan, kami harus berputar mencari pantai dan kami pun nyasar.Semua kami rasakan itulah perasaan kami sebelum pelaksanaan makrab.
            D-Day
kami berkumpul di kampus. Awalnya aku merasakan kekecewaan yang amat mendalam, tak banyak dari kami yang berpartisipasi namun aku berusaha meyakinkan diriku “SUKSES” kata itulah yang aku pertahankan. Kami berangkat sekitar pukul 16:30 pm perjalanan yang kami tempuh lumayan cukup jauh. Kami berangkat bersama karena tidak semua diantara teman-teman kami mengetahui lokasinya. Lokasi yang kami pilih terletak di Pantai Sadranan Gunung Kidul, kami sampai dilokasi sekitar 19.30 pm. Kami berangkat ke sana dengan menggunakan motor di jalan berbagai macam cara dilakukan untuk meminimalisir rasa ketakutan kami (mengingat track yang lumayan berliku atau tajam) ada yang bernyanyi, sholawatan, ngobrol mungkin ada juga yang baca doa habis ngaji (ini adalah salah satu kenangan yang sulit dilupakan). Sesampai kami dilokasi, kami langsung disibukkan dengan membangun tenda, api unggun. Kami di sana membagi tugas mengingat kondisi perut yang mulai bersenandung kelaparan.
 Setelah kami menyelesaikannya kami langsung membuat lingkaran. Suara ombak begitu merdu namun bukanlah itu yang menjadi titik fokus kami. Mata kami hanya tertuju pada plastik putih yang berada di tengah-tengah lingkaran kami, apakah itu ? itu adalah bekal kami (ubi, ayam, dan bumbu rendang pak rozaq) setelah api unggun menyala, kami langsung beraksi. Di sela-sela itu kami memulai acara dengan atmosfer yang begitu kaku. Kami kenal namun kami memulai dengan perkenalan (ini adalah hal aneh yang tak perlu diulang lagi).
Pukul 20.45 pm perut kami sudah kenyang. Namun yang menjengkelkanku sesaat adalah tak ada kegiatan pada saat itu. Semua teman-teman disibukkan dengan cerita-cerita di kelompok kecil yang dibuatnya. Beberapa saat kemudian salah satu teman kami mendapat ilham “woy.. guys ayok kita main jujur-jujuran yok ?” tanya dia, hampir semua teman-teman menolaknya (mungkin mereka takut rahasia mereka akan terbongkar hehe) “kalau seandainya kita main jujur-jujuran tapi jawabnya iya atau tidak ?” beberapa teman-teman tetap ada yang tidak merespon. Namun kami sadar daripada kami garing dan disibukkan dengan cerita-cerita sendiri sedangkan tujuan kami adalah membangun keakraban kami tetap melakukan permainan itu. Pada mulanya hanya beberapa teman yang ikut namun seiring dengan canda tawa dan pertanyaan konyol yang kami tanyakan, akhirnya semua teman-teman bergabung untuk bermain. Pada saat itulah hubungan kami dimulai, ini memang sederhana namun sangat efektif. Di game itu kami menanyakan hal-hal konyol “ada enggak yang kamu suka di hmj ?”  “kamu suka cowok apa cewek ?” “kamu mau enggak kalau jadian sama itu ?” pertanyaan itulah yang sangat populer di malam itu. Sekitar pukul 23.00 pm beberapa teman kami tidak terlibat di game tersebut dengan berbagai macam alasan, mengantuk,  mereka yang sudah terlelap di hamparan pasir pinggir pantai dan ada yang menikmati panorama keindahan dan bunyi ombak laut dan ada yang sedang saling bercerita tentang perjalanan hidupnya.

Keesokan paginya pukul 05.30 am “ayok kita jalan-jalan menelusuri pantai” ajak dia. Ketika kami bertiga hendak berjalan menelusuri pantai salah satu teman kami bertanya “kalian mau kemana ? aku ikut” kami berempat berjalan menelusuri pantai. Indah sekali, karang-karang yang menjadi aksesoris keindahan laut semakin memanjakan mata kami. Setelah kami merasa lelah kami kembali ke tenda kami, pada saat itu teman-teman sudah menyapa paginya dengan canda tawa, bahkan ada beberapa teman kami yang juga memutuskan untuk pergi menjauh dari tenda untuk mencari view yang bagus untuk selfie.
Dan salah satu teman kami yang memakai kaos lengan panjang dan celana training lari-lari dengan keadaan basah kuyup, dia menghampiri kami. Dia menarik salah satu teman kami untuk dia ajak bermain dengannya. “jangan aku..jangan aku” teriak temanku dan ternyata tidak hanya satu orang yang basah kuyup.Postur tubuh besar celana pendek selutut menghampiri dan membantu si kaos panjang untuk menariknya dan dibawa ke pinggiran pantai yang pada saat itu ombaknya lumayan besar. Tarik-menarik, mencari sasaran selanjutnya dan dibawa ke pinggiran pantai  itulah yang kami lakukan selama berjam-jam. Kami sangat menikmati kejadian ini, rasanya tak hanya bersahabat dengan teman-teman namun juga bersahabat dengan alam. Kami sangat menikmati masa itu, kami tak ingin melupakannya.

Pukul 10.30 am terik matahari mulai menerkam kulit kami, kami langsung bergegas meninggalkan jejak pinggir pantai. Kami bergantian mengantri kamar mandi. Lagi-lagi bagi tugas ada dari kami yang mandi dan ada yang membongkar tenda dan yang beres-beres barang bawaan kami. Setelah selesai kami langsung bergegas mengambil motor di parkiran dan menghidupkannya. Sebelumnya kami menyepakati untuk makan siang bersama. Di tengah perjalanan kami berhenti di warung soto di sana kami makan bareng, seperti biasanya seenak-enaknya makanan tanpa ada bumbu gosip, tawa dan canda pasti hambar rasanya disitu kami saling bercanda gurau. Hari sudah mulai siang pukul 11.55 selesai makan dan kami memutuskan untuk berpisah di warung itu, di tengah perjalanan rintik-rintik hujan membasahi bajuku, disitu aku befikir alam bersahabat denganku berarti mereka (teman organisasi) juga bersahabat denganku.
Untuk sahabat, keluarga baruku terimakasih kalian telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku yang akan menjadi sejarah.
Untuk sahabat, keluarga baruku memang pada awalnya hubungan ini dibangun atas nama  keorganisasian namun  itu hanyalah pintu gerbang dasar untuk menuju kekeluargaan
Untuk sahabat, keluarga baruku semoga untuk selamanya aku dan kamu menjadi kami. (Lila: kegiatan. 24-Maret-2016)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Lesson Of The Day) PENTINGNYA MEMBANGUN KOMUNIKASI

Kemaren adalah hari ketujuh aku menjalankan salah satu rukun Islam yaitu berpuasa. Bulan puasa sering kita jadikan sebagai momentum silaturahhim antar kerabat (keluarga, teman, kelompok, organisasi dll) melalui buka bersama (bukber). Pada minggu ketujuh aku menghadiri bukber alumni pesantren yang pernah kujadikan tempat menuntut ilmu. Acara tersebut tidak hanya bukber tetapi juga memperingati Haul salah satu pengasuh pesantren. H-2 aku menghubungi salah satu teman sekelas dulu ketika SMA yang kebetulan kita satu kampus. aku menanyakan apakah dia akan hadir atau tidak di acara bukber dan haul, tidak hanya itu aku juga meminta saran padanya terkait kehadiranku, dan tentu dia memberi saran untuk aku hadir dan ikut acaranya. Alasan tak ada teman kulontarkan padanya, memang betul aku bukan orang yang aktif di ikatan alumni, hanya ada beberapa orang yang kukenal dan mungkin bisa dihitung jari   dan tepatnya tak lebih dari lima orang. Untuk saat ini tak ada anggota perempuan yang k...

pemikiran

Jangan pernah kamu takut meskipun terkadang apa yang kamu pikirkan tidak sama dengan apa yang telah disepakati oleh masyarakat karena tuhan memberikan kita sebuah kebasan, NAMUN kamu juga harus ingat ketika kamu mengalami harus inget ketika kamu mengambil keputusan yang menurut kamu itu benar kamu harus menanggung konsekuensi terhadap apa yang kamu putuskan, disini saya tidak bilang ya . . . apa yang kamu putuskan itu salah malah terkadang itu berdampak positif terhadap kita meskipun terkadang kita tak jauh dari yang namanya cacian . . . sebuah rintangan itu biasa karena dengan rintangan itu kita akan memiliki sebuah KESEMANGATAN buat HIDUP menjadi lebih baik . . . SO JANGAN TAKUT UNTUK MELANGKAH SELAGI KAMU PERCAYA APA YANG KAMU LAKUKAN TIDAK MEMBUAT TUHAN MARAH . . pemilik bumi ini bukanlah aturan yang telah kita sepakati tapi pemilik bumi ini adalah TUHAN . . TUHAN yang Tunggal . . .REMEMBER OUR GOS (ALLAH) ALWAYS SAVE US N HELP US

My Story about true Colonial (Hedonis style)

Tas branded, pakaian branded dan semua yang menempel di kita branded. Siapa sih yang tidak mau dan tergiur ?  pasti kita semua akan berteriak “ Yess i wanna it”, it’s impossible if we say “ No .. “  kenapa ? karena sekarang semua itu seakan menjadi kebutuhan primer padahal kita takkan mati karenanya. Jika teman-teman termasuk penggemar gosip infotaiment, temen-temen akan tahu gosip yang sangat popoler dan seru untuk dibahas yaitu kehidupan artis tanah air yang tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup hedonis mulai  dari pamer properti mewah, perhiasan mewah, sampai batu akik. Hal yang terbesit di otakku saat ini. Apakah aku perlu pamer juga ? but   apa yang perlu aku pamerin ? harta, yuupps aku jadi bingung sendiri. Seingetku harta yang ku punya  hanyalah lembaran struk belanjaku ( OMG,  sorry just joke ).             Life style /gaya hidup, yah .. semua individu memiliki gaya hidup sendiri ada yang gay...